MAKALAH AGAMA
IMAN KEPADA RASUL ALLAH
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum WR.WB.
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih
lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya,
yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah tentang Berima Kepada Rasulullah SAW.
Makalah Pendidikan Agama Islam
ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai
pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi
dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami
menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat
maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima
segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah
Sejarah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah Pendidikan
Agama Islam tentang Beriman Kepada Rasulullah SAW. ini dapat memberikan manfaat
maupun inpirasi terhadap pembaca.
Wassalamu’alaikum
WR.WB.
Boyolali, 20 Januari 2020
DAFTAR ISI
HALAMAN
COVER............................................................................................... i
KATA PENGANTAR............................................................................................. ii
DAFTAR ISI.......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 1
A. Latar Belakang.................................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah............................................................................................. 1
C. Tujuan............................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN......................................................................................... 3
A. Pengertian Iman Kepada Rasulullah................................................................ 3
B. Fungsi Iman Kepada Rasulullah SAW............................................................. 4
C. Meneladani Sifat Rasulullah SAW................................................................... 5
D. Rasul dan Mukjizat........................................................................................... 6
E. Tugas Rasulullah SAW..................................................................................... 6
F. Kebaikan Iman Kepada Rasulullah................................................................... 7
G. Contoh Beriman Kepada Rasulullah SAW...................................................... 7
H. Hakikat Iman Kepada Rasulullah SAW........................................................... 7
BAB III PENUTUP................................................................................................. 9
A. Kesimpulan....................................................................................................... 9
B. Saran................................................................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................ 10
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Iman kepada Rasul-Rasul
Allah merupakan suatu kewajiban, karena iman kepada Rasul-Rasul Allah merupakan
rukun iman, yaitu yang ke 4. Iman kepada Rasul artinya mempercayai dengan
sepenuh hati atas kedatangan Rasul,mulai dari Rasul yang pertama yaitu Nabi
Adam as hingga Rasul terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW.
Ajaran yang dibawa oleh
para nabi dan Rasul sejak Nabi Adam as hingga Nabi Muhammad SAW. Merupakan
suatu rangkaian yang memiliki satu tujuan yaitu mengesankan Allah SWT. Berupa
syariat atau hukum tertentu yang kemudian disampaikan atau di ajarkan kepada
umatnya. Oleh karena itu,kita sebagai seorang muslim,wajib beriman atau
mempercayai kepada para Rasul utusan Allah sehingga dengan hal itu kita akan
mengamalkan semua ajaran yang di bawa oleh Rasul utusan Allah
tersebut.
Namun, di dalam kehidupan
sehari-hari terkadang kita hanya mengetahui tentang pengertiannya saja itupun
hanya terbatas, tanpa mengetahui akan pemahamnnya lebih dalam dan penerapannya
di dalam kehidupan yang kita jalani atau di dalam kehidupan sehari-hari. Oleh
karena itu, kita patut dan wajib mempelajari, memahami dan menerapkannya di
dalam kehidupan sehari-hari, tentu akan jauh lebih bermanfaat bagi kehidupan
dunia dan akhirat kita.
B.
Rumusan Masalah
- Apa pengertian Iman Kepada
Rasul ALLAH?
- Bagaimana cara beriman kepada
Rasul Allah SWT?
- Apa sifat wajib yang dimiliki
oleh Rasul Allah SWT?
- Berapa jumlah Rasul dan apa apa
saja yang termasuk ULUL AZMI?
- Apa tugas rasul dan
mikjizatnya?
- Apa saja tugas Rasul?
- Apa saja fungsi Rasul?
- Bagaimana cara beriman kepada
Rasul Allah SWT.
C. Tujuan
- Untuk mengetahui apa pengertian
iman kepada Rasul.
- Untuk mengetahui cara kita
beriman kepada Rasul Allah.
- Untuk mengetahui
jumlah Rasul yang wajib kita ketahui beserta sejarah
singkatnya.
- Untuk mengetahui tugas dari
para Rasul Allah.
- Untuk mengetahui hikmah dari
beriman kepada Rasul Allah
- Untuk mengetahui bagaimanakah
cara kita untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Iman Kepada Rasul
Allah
Iman
kepada Rasul Allah termasuk rukun iman yang keempat dari enam rukun yang wajib
diimani oleh setiap umat Islam. Yang dimaksud iman kepada para rasul ialah
meyakini dengan sepenuh hati bahwa para rasul adalah orang-orang yang telah
dipilih oleh Allah swt. untuk menerima wahyu dariNya untuk disampaikan kepada
seluruh umat manusia agar dijadikan pedoman hidup demi memperoleh kebahagiaan
di dunia dan di akhirat. Menurut Imam Baidhawi,
Rasul
adalah orang yang diutus Allah swt. dengan syari’at yang baru untuk menyeru
manusia kepadaNya. Sedangkan nabi adalah orang yang diutus Allah swt. untuk
menetapkan (menjalankan) syari’at rasul-rasul sebelumnya. Sebagai contoh bahwa
nabi Musa adalah nabi sekaligus rasul. Tetapi nabi Harun hanyalah nabi, sebab
ia tidak diberikan syari’at yang baru. Ia hanya melanjutkan atau membantu
menyebarkan syari’at yang dibawa nabi Musa AS.
Iman
kepada Rasul Allah merupakan rukun iman yang keempat. Karena merupakan rukun
iman yang keempat, bagi setiap muslim wajib untuk mengetahui dan mengimani 25
Nabi dan Rasul tersebut. Nabi adalah manusia terpilih untuk menerima wahyu dari
Allah. Lalu apa perbedaan Nabi dan Rasul? Nabi menerima wahyu untuk dirinya
sendiri, sedangkan Rasul menerima wahyu dan memiliki tugas untuk menyampaikannya
pada seluruh umat di dunia.
{Dalil Iman Kepada
Rasul Allah}
Mengenai identitas rasul dapat
dibaca dalam Q.S. Al Anbiya ayat 7 dan Al-Mukmin ayat 78 yang artinya: “ Kami
tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad) melainkan beberapa orang
laki-laki yang kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada
orang-orang yang berilmu jika kamu tiada mengetahui.” (Q.S. al Anbiya: 7)
"Dan
sesungguhnya telah kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, di antara
mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada pula yang
tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang Rasul membawa suatu
mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; maka apabila telah datang perintah
dari Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. Dan ketika itu rugilah
orang-orang yang berpegang kepada yang batil." (Q.S. Al-Mukmin : 78)
Dalam
ayat di atas dijelaskan, bahwa rasul-rasul yang pernah diutus oleh Allah swt.
adalah mereka dari golongan laki-laki, tidak pernah ada rasul berjenis kelamin
perempuan, dan jumlah rasul yang diutus sebelum Nabi Muhammad saw. sebenarnya
sangat banyak. Di antara para rasul itu ada yang diceritakan kisahnya di dalam
Al-Quran dan ada yang tidak.
عَنْ أَبِى ذَر قَالَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ كَمْ عِدَّةُ اْلاَنْبِيَاءِ ؟ قَالَ : مِائَةُ اَلْفٍ وَاَرْبَعَةٌ وَعِشْرُوْنَ اَلْفًااَلرُّسُلُ مِنْ ذَالِكَ ثَلاَثَةُ مِائَةٍ وَخَمْسَةَ عَشَرَ جَمًّا غَفِيْرًا (رَوَاهُ أَحْمَد)
"Dari Abu Dzar ia berkata: Saya bertanya, wahai Rasulullah : berapa jumlah
para nabi? Beliau menjawab: Jumlah para Nabi sebanyak 124.000 orang dan di
antara mereka yang termasuk rasul sebanyak 315 orang suatu jumlah yang
besar." (H.R. Ahmad)
B.
Fungsi Iman kepada Rasul Allah Swt
Iman kepada Rasul Allah
swt. Mengandung empat unsur yang merupakan tanda-tanda penghayatan terhadap
fungsi iman kepada Rasul-rasul Allah swt, yaitu:
1. Mengimani bahwa risalah
mereka benar-benar dari Allah swt. Barang siapa yang mengingkari mereka
walaupun hanya salah seorang Rasul, maka dianggap kafir.
2. Firman Allah dalam
Qs:Asy-Syura:105.”Kaum Nuh telah mendustakan para Rasul.”(Qs:
Asy-syura:105).
3. Mengimani Rasul yang
telah kita kenal maupun yang tidak kenal namanya.
4. Firman Allah dalam
Qs:Al-mu-min:78.” Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul
sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara
mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu.”(Qs: Al-mu-min:78).
5. Membenarkan
berita-berita yang bersumber dari wahyu Allah swt.
6. Mengamalkan
syariat-syariat mereka yang diutus Allah swt, kepada kita
7. Firman Allah dalam
Qs:An-nissa:65.”Maka demi Tuhan, mereka pada hakikatnya tidak beriman hingga
mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkatra yang meeka perselisihakan,
kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka suatu keberatan terhadapm
putusan yang kamu berikan dan meeka menerima dengan sepenuhnya .”(Qs:An-nisa:65).
C.
Meneladani Sifat Rasulullah SAW.
- Meneladani Sifat
Siddiq
Untuk menel;adani sifat
siddiq, dalam kehidupan sehari-hari dapat diusahakan dengan cara selalu berkata
benar, tidak berbohong dalam berbicara dengan siapa pun. Benar dalam hati,
ucapan, dan tindakan. Rasulullah saw, selama hidupnya tidak pernah berbohong,
baik terhadap para sahabatnya maupun terhadap musuhnya.
- Meneladani Sifat Amanah
Amanah artinya dapat
dipercaya. Apabila kamu pipercaya melakukanb sesuatu sebaiknya dapat dipercaya,
sehingga tugas apa pun selalu dikerjaan dengan baik dan benar.
- Meneladani Sifat Fatanah
Fatanah
artinya cerdas. Kecerdasan merupakan anugerah Allah yang diberikan kepada
manusia, tetapi tidak merata. ada yang cerdas dan ada pula yang tidak cerdas.
Dalam meneladani sifat ini dapat dilakukan dengan cara bersungguh-sungguh dalam
belajar atau menuntut ilmu.
- Meneladani Sifat Tablig
Menyampaikan sesuatu
yang benar kepada sesama manusia termasuk salah satu upaya untuk
meneladanisifat tablig. Mnyampaikan kebenaran dan mencegah kemaksiatan yang
dilakukan oreang lain biasanya mengandung risiko. Keberanian melakukan ini
merupakan salah satu perbuatan yang mulia. Hal ini pernah dilakukan oleh Nabi
Muhammad saw, ketika berdakwah. Beliau seringkali disambut dengan cemooh,
hinaan, bahkan lemparan batu dan kotoran unta. Ini semua dilakuakan semata-mata
karena perintah Allah swt.
D.
Rasul dan Mukjizat
Mukjizat
mempunyai arti dan peranan yang sangat penting bagi rasul dalam melaksanakan
tugas kerasulannya. Mukjizat memiliki dua fungsi pokok yaitu :
1. Sebagai bukti bahwa
orang yang memilikinya adalah benar-benar utusan Allah SWT.
2. Sebagai senjata untuk
menghadapi musuh-musuh yang menentangnya.
3. Mukjizat adalah
peristiwa ajaib yang sukar dijangkau oleh akal kemampuan manusia. Mukjizat
dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu :
a. Mukjizat kauniyah adalah
mukjizat yang berkaitan dengan peristiwa alam, seperti dibelahnya bulan menjadi
dua oleh Nabi Muhammad SAW dan dibelahnya Laut Merah oleh Nabi Musa as dengan
tongkat.
b. Mukjizat syakhsiyyah
adalah mukjizat yang keluar dari tubuh seorang nabi dan rasul, seperti air yang
keluar dari celah-celah jari Rasulullah SAW, cahaya bulan yang memancar dari
tangan Nabi Musa as serta penyembuhan penyakit buta dan kusta oleh Nabi Isa as.
c. Mukjizat salbiyyah
adalah mukjizat yang membuat sesuatu tidak berdaya seperti ketika Nabi Ibrahim
as dibakar oleh Raja Namrud, akan tetapi api tidak mampu membakarnya.
d. Mukjizat aqliyyah adalah
mukjizat yang rasional atau masuk akal. Contoh satu-satunya adalah Al Qur’an.
E.
Tugas Rasulullah SAW.
Tugas
pokok yang diberikan Allah SWT kepada para nabi dan rasul sejak dari Nabi Adam
AS sampai dengan Nabi Muhammad SAW adalah :
1. Memberi kabar gembira
bagi orang-orang yang mentaati risalah-Nya.
2. Membimbing umatnya ke
jalan yang benar sehingga memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akherat.
3. Memberi peringatan
kepada orang-orang yang mengingkari-nya Mengajak umatnya untuk menyembah hanya
kepada Allah ( ajaran Tauhid )
4. Menyampaikan amanat dari
Allah.
5. Memberi peringatan
kepada umat manusia.
6. Memberikan kabar gembira
dan peringatan.
7. Membawa petunjuk dan
agama yang benar, menjadi teladan hidup bagi umat manusia.
F.
Kebaikan Iman Kepada Rasulullah SAW
1.
Menambah keimanan kepada Allah SWT, bahwa Rasul itu benar-benar
pilihan Allah.
2.
Mengenal Allah SWT dan tata cara beribadah kepada-Nya.
3.
Mendorong manusia untuk memiliki kepribadian yang luhur dengan
cara menjadikan Rasulullah sebagai “Uswatun Hasanah”
4.
Mempercayai ajaran-ajaran yang dibawa Rasul Allah untuk
disampaikan kepada umatnya.
5.
Mengamalkan ajaran yang diberikan oleh Rasulullah.
G.
Contoh Beriman Kepada Rasulullah SAW.
- Mempercayai dengan sepenuh hati
bahwa para Rasul adalah manusia biasa yang dipilih oleh Allah SWT untuk
menyampaikan wahyu/ firman-Nya kepada umat manusia untuk dijadikan sebagai
pedoman hidup.
- Mempercayai dengan sepenuh hati
bahwa para Rasul diutus oleh Allah SWT untuk menjadi teladan hidup bagi
manusia.
- Membenarkan apa yang dibawa
oleh para Rasul dan menjadikan apa yang dibawa oleh Rasul sebagai pedoman
hidup dalam kehidupan sehari-hari.
- Meyakini bahwa nabi muhammad
SAW adalah Nabi dan Rasul yang terakhir.
H.
Hakikat Iman Kepada Rasulullah SAW.
Diantara
nikmat yang Allah berikan kepada manusia juga seluruh alam adalah diutusnya
para Rasul yang menuntun manusia dari kegelapan menuju Islam. Setelah beriman kepada
Allah U maka kewajiban berikutnya adalah beriman kepada Rasulullah Muhammad
yang menjadi pondasi yang utama dari agama Islam. Sebab seluruh pondasi yang
lainnya dibangun di atas keimanan pada Allah dan Rasul-Nya. Seorang yang tidak
mengimani Rasulullah dan hanya beriman kepada Allah tidaklah cukup, dan Iman
menjadi batal, Sebagaimana sabda Nabi :
“Artinya: Islam itu dibangun di atas lima
rukun , menyaksikan bahwa tiada sesembahan yang haq selain Allah, dan bahwa
Muhammad adalah hamba dan RasulNya … (HR. Muslim I/45.
Al-Bukhari I/).
Diantara cara beriman
kepada Rasulullah adalah sebagai berikut:
1)
Meyakini dengan penuh tanggung jawab akan kebenaran Nabi
Muhammad dan apa yang oleh beliau bawa, sebagaimana Allah menandaskan
tentang ciri orang bertaqwa:
وَالَّذِيْ
جَاءَ بِالصَّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ (الزمر :
“Dan
orang-orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah
orang-orang yang bertaqwa. (Az-Zumar : 33).
2) Ikhlas
mentaati Rasul dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh
larangannya
3) Mengikuti
ajaran pemikiran, pokok-pokok agama, hukum-hukum dan cabang cabangnya sesuai
dengan yang beliau ajarkan dengan ikhlas.
4) Mencintai
beliau , keluarga, para sahabat dan segenap pengikutnya.
5) Membela
dan memperjuangkan ajaran Nabi serta berda’wah demi membebaskan ummat manusia
dari kegelapan/kedhaliman, kebatilan, kemungkaran dan kemaksiatan menuju kepada
cahaya kebenaran.
6) Meneladani
akhlaq dan kepemimpinan Nabi dalam setiap amalnya,
7) Banyak
membaca shalawat dan salam kepada beliau terutama setelah disebut namanya.
8) Waspada
dan berhati-hati dari ajaran-ajaran yang menyelisihi ajaran Nabi Muhammad
seperti waspada dari syirik, tahayul, bid’ah, khurafat
9) Mensyukuri
hidayah keimanan kepada Allah dan RasulNya dengan menjaga persatuan umat Islam
dan menghindari perpecahan dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan AS-Sunnah
shohihah.
BAB
III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Beriman
kepada Rasul Allah merupakan hal yang wajib dan patut diketahui oleh setiap
umat muslim di seluruh dunia. Pengertian beriman kepada rasul allah berarti
adalah kita harus mengimani atau mempercayai adanya rasul-rasul allah. Pengertian
Rasul adalah Rasul adalah lelaki pilihan dan yang diutus oleh Allah dengan
risalah kepada manusia. Rasul merupakan yang terbaik diantara manusia lainnya
sehingga apa yang dibawa, dikatakan dan dilakukan adalah sesutu yang terpilih
dan mulia dibandingkan dengan manusia lain.
Jadi,
beriman kepada rasul-rasul allah merupakan hal yang sangat berharga dan patut
dipelajari. Karena, selain memberikan hikmah-hikmah yang sangat bermanfaat juga
memberikan pembelajaran dan teladan bagi kehidupan kita baik di dunia maupun di
akhirat. Kita sebagai manusia harus mempelajari lebih dalam, memahami lebih
luas, dan menerapkannya di dalam kehidupan kita tentang beriman kepada
rasul-rasul allah agar kita dapat menjadi yang lebih baik di setiap harinya,
dan mendapat kehidupan yang bahagia di dunia maupun di akhirat.
B.
SARAN
Diskusi
mengenai pembahasan ini merupakan awal yang masih sederhana sehingga ada
beberapa hal yang disarankan, antara lain :
1. Masyarakat harus
mengetahui dan memahami mengenai pengertian iman kepada Rasul Allah secara
dalam.
2. Pemerintah harus lebih
menambah waktu jam pelajaran mengenai materi tersebut di dalam kalangan pelajar
agar mereka mampu memahami lebih dalam, luas, serta terarah nantinya.
3. Masyarakat Harus mampu
menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari, dengan menunjukkan contoh-contoh
perilaku beriman kepada Rasul-rasul allah.
4. Kepada siswa dan siswi
diharapkan mampu mempelajari tentang materi Beriman kepada Rasul-rasul allah
secara intensif dan lebih luas.
5. Diharapkan ada peneliti
yang mampu melengkapi kekurangan dari makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
http://islamicpwr.blogspot.co.id/2012/10/iman-kepada-rasul-allah.html
http://www.aljiddiyah.com/2017/05/iman-kepada-rasul-allah-swt.html
https://www.scribd.com/doc/84883105/Makalah-Agama-Iman-Kepada-Rasul-Allah
Komentar
Posting Komentar