Majas ( gaya bahasa )
A. Pengertian gaya bahasa
Gaya bahasa itu merrupakan bahasa yang dipakai dalam karangan sifatnya mewakili perasaan dan pikiran dari penulis /pengarang yang berbentuk tulisan/ lisan.Dalam menyampaikan perasaan dan pikiran dari penulis/ pengarang yang tertuang dalam gaya bahasa ini akan lebih terasa/ menyentuh hati yang bila dalam memilih bahasanya itu hati –hati dan harus sesuai dengan maknanya menjadi tidak jelas dan tidak sesuai.
B. Macam gaya bahasa
Dilihat dalam bahasa indonesia , gaya bahasa itu dibedakan menjadi beberapa macam , diantaranya adalah :
Gaya bahasa perluangan
Gaya bahasa pertentangan
Gaya bahasa pertaatan
Gaya bahasa perbandingan
Dalam bab inii akan dijelaskan 2 gaya bahasa, ialah gaya bahasa perbandingan.
Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan dibawah ini
1. Gaya bahasa pertandingan
Gaya bahasa pertandingan ini di bedakan menjadi beberapa bagian yaitu :
Metafora
Metafora ialah gaya bahasa perbandingan yang terdiri dari 2 hal yang berbeda dan harus tersusun secara rapi, singkatan juga padat ( perumpamaan langsung ,sesuatu yang mempunyai kesamaam sejajar)
Contoh : Anjing putih dikampungku baru datang
Dewi malam itu tersenyum manja
Raja siang itu baru bangun
Perumpamaan
Perumpamaan ialah suatu perbandingan yang terdiri dari 2 hal yang berlarian , tetapi dinyatakan sama
Contoh : Bagaikan anjing berkepala busuk
Bagaikan bagaikan harimau patanng kelaparan
Seperti menyalam dikain yang lapuk
Alegori
Alegori ialah suatu cerita yang digunakan sebagai lambang yang sifatnya mendidik / menerangkan suatu hal
Contoh : Tupai dengan ikan gabus
Anjing gengan kucing
Gajah dengan harimau
Antiesis
Antiesis adalah suatu gaya bahasa yang mengadakan perbandingan dengan 2 kata yang artinya berlawanan
Contoh : Semua fitnahan tenaga dibalas budi bahasa yang baik
Semua keburukan adiknya dibalas dengan kebaikan hati
2. Gaya bahasa pertentangan
Dalam gaya bahasa pertentangan ini dapat dibagi menjadi beberapa, bagian yaitu :
Ironi
Ironi ialah suatu gaya bahasa yang menyatakan sindiran dan sifatnya sangat halus.
Contoh : Hampir saja anda terlambat
Hamburkan – hamburkan uangmu agar menjadi jutawan
Hiperbola
Hiperbola ialah suatu gaya bahasa yang mengandung arti/ pernyataan yang sifatnya berlebih lebihan.
Contoh : Ketika mendengar pernyataan itu, ia terkejut sampai pinsan
Ketika mendengar berita itu mereka terkejut setengah mati
Litotes
Litotes ialah suatu gaya bahasa yang menyatakan tentang ungkapan / pengungkapan sesuatu yang sifatnya positif dengan sifat negatif.
Contoh : Jika kamu mau tidur , tidurlah di guluk kecilku
Bila anda tidak keberatan , mampirlah kegubuk seseku
3. Idiom
Pengertian idiom
Idiom/ ungkapan ialah gabungan dari kata yang mempunyai makna tidak dapat diartikan satu persatu kata/ dari unsur –unsur pembentukannya.
Beberapa idiom dan artinya
Main balik mata = main mata
Batang air = sungai
Adu domba = menjadikan pertengkaran diantara pihak yang sepaham
Menyusun diatas air = sia – sia
Awan kelabu = kesedihan
Lubang jarum = bencana , mala petaka
Contoh pemakaian idiom dalam kalimat
Ø Karena kemarau yang panjang batang air itu menjadi kering
Ø Pekerjaan rumahnya tidak ada yang masak air
Ø Dari dulu hingga sekarang engkau suka memakan petai hampa
Ø Linda itu biasanya hanya menjilat pantat
Ø Pak raden itu setiap hari banting tulang untuk menghidupi keluarga
Komentar
Posting Komentar