LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN,PENDOKUMENTASIAN BUKTI BUKTI ANGGARAN, pengertian, prosedur pembuatan laporan keuangan, Pembuatan dokumen laporan keuangan dengan menggunakan aplikasi komputer (otomatisasi)
TUGAS KEUANGAN
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN
1.
Pengertian laporan keuangan
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada
suatu periode akuntansi yang dapat digunakan
untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian
dari proses pelaporan keuangan.
Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
- Neraca
- Laporan laba rugi komprehensif
- Laporan
perubahan ekuitas
- Laporan
perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
- Catatan
dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral
dari laporan keuangan
Unsur yang berkaitan
secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aset, kewajiban,dan ekuitas.
Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi
keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan
perubahan dalam berbagai unsur neraca.
2.
Prosedur pembuatan laporan keuangan
Dalam menyusun laporan
keuangan, terdapat 6 tahapan yang harus Anda lakukan. Beberapa tahapan tersebut
adalah:
a. Menyusun Neraca Saldo
Neraca saldo merupakan
daftar rekening buku besar dengan saldo debit ataupun kredit dari perusahaan.
Anda dapat menyusun neraca saldo apabila sudah ada pembukuan untuk seluruh
jurnal. Neraca saldo di tahap pertama ini disebut sebagai neraca saldo sebelum
penyesuaian.
b. Membuat Jurnal
Penyesuaian
Jurnal penyesuaian
merupakan jurnal yang dibuat untuk mengalokasikan pendapatan atau pengeluaran
di periode yang benar-benar terjadi. Tahapan ini dilakukan untuk menyesuaikan
beberapa transaksi yang belum tercatat sehingga muncul ketidaksesuaian di akhir
periode. Anda harus mengumpulkan seluruh data sebenarnya yang dibutuhkan untuk
membuat jurnal penyesuaian ini.
c. Menyusun Neraca Lajur
(kertas kerja/worksheet)
Neraca lajur (worksheet)
merupakan cara untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan. Penyusunan
worksheet ini dimulai pada neraca saldo, lalu disesuaikan dengan jurnal
penyesuaian di tahap 2. Saldo yang sudah sesuai akan muncul pada kolom neraca
saldo yang nantinya akan dilaporkan dalam neraca dan laporan laba rugi.
d. Membuat Laporan
Keuangan
Terdapat beberapa jenis laporan keuangan, yang penting
diantaranya adalah laporan laba rugi, laporan neraca dan laporan perubahan
modal. Seluruh laporan ini dapat disusun di neraca lajur, karena sebelumnya
sudah dipisahkan untuk jumlah-jumlah yang akan dilaporkan di neraca atau
laporan laba rugi. Karena neraca dan laba rugi sudah dipisahkan maka laporan
akan lebih mudah dibaca dan dianalisa.
e. Penyesuaian dan
Penutupan Rekening
Tahapan
ini disebut juga jurnal penutupan. Setelah tahapan penyesuaian di buku
besar, maka Anda harus menutup rekening nominal (sementara) ke rekening laba
rugi dan memindahkan saldo laba rugi ke rekening laba rugi tidak dibagi.
Setelah itu, informasi tersebut dimasukan ke buku besar sesuai dengan rekening
yang bersangkutan.
f.
Menyusun Neraca Saldo Penutupan
Anda diminta untuk melakukan pengecekan pada keseimbangan debit
dan kredit di rekening yang masih terbuka melalui neraca saldo penutupan,
tetapi tidak termasuk nominal yang sudah ditutup. Hal ini dilakukan untuk
memudahkan Anda untuk pembuatan jurnal di periode berikutnya.
3.
Pembuatan dokumen laporan keuangan dengan menggunakan aplikasi
komputer (otomatisasi)
Langkah – langkah yang harus dilakukan ketika akan membuat
menggunakan excel, sebagai berikut:
- Buka Ms. Excel pada layar dekstop komputer
- Misalnya kalian ingin membuat satu sheet yang
mencangkup hutang, gaji, piutang, arus kas, dan lain sebagainya. Kalian
klik cell dan masukkan data yang akan diolah secara lengkap dan rinci
sesuai dengan keinginan kalian
- Buat kolom berisi nomor, tanggal, uraian/ deskripsi,
debet, kredit dan saldo.
- Masukan rumus pada kolom saldo agar nantinya debet
dapat bertambah atau berkurang secara otomatis. Kalian dapat mengkombinasikan
rumus If, OR, SUM dan lain sebagainya sesuai kebutuhan.
- Terakhir kalian dapat memasukan rumus penjumlahan pada
akhir kolom jumlah dengan rumus SUM.
- Laporan keuangan sederhana sudah berhasil kalian buat
Membuat laporan keuangan menggunakan excel merupakan cara manual
komputerisasi yang menawarkan cara mudah dalam membuat pembukuan, arus kas, dan
laporan laba rugi. Excel juga mempermudah pengiriman draft antara divisi maupun
kolega perusahaan. Dalam sistem akuntansi data – data yang sudah dikerjakan nantinya
akan di eksport ke dalam bentuk lembar kerja excel. Jadi excel merupakan bentuk
dasar sarana pembuat laporan keuangan dari sebuah sistem akuntansi. Kalian juga
dapat menyisipkan grafik, seperti berikut:
1)
Pilih menu insert lalu pilih chart, laporan yang berupa tabel akan
otomatis berubah menjadi bentuk diagram batang, diagram pie dan beberapa jenis
diagram untuk membentuk pengamatan laporan keuangan.
2)
Dengan membuat grafik kalian akan mudah mengetahui jumlah arus kas
yang keluar masuk setiap hari, bulanan bahkan tahunan. Grafik dalam diagram
akan membantu memberikan ringkasan bagaimana suatu bisnis dapat berjalan.
Data dalam excel juga dapat di eksport kedalam laporan informasi
pada Ms.word dengan cara berikut. Kalian tinggal buka dan block data yang akan
dipindahkan, lali klik kanan selanjutnya pilih copy. Dilanjutkan dengan membuka
dokumen word klik kanan pilih paste atau ctrl + V, work sheet excel sudah dapat
disisipkan pada Ms.word
PENDOKUMENTASIAN BUKTI BUKTI ANGGARAN
1. Pengertian dokumen dan
bukti transaksi
Dokumen transaksi
atau bukti transaksi atau bisa juga disebut bukti akuntansi adalah dokumen-dokumen
dasar transaksi (baik yang dibuat sendiri maupun yang berasal dari pihak luar)
yang digunakan sebagai sumber pencatatan atau penyusunan laporan keuangan oleh
suatu unit usaha.
2. Jenis bukti transaksi
Bentuk bukti transaksi keuangan
dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
a.
Bukti
transaksi intern, yaitu bukti transaksi yang berasal dan dilakukan di dalam
lingkungan perusahaan itu sendiri. Contohnya adalah bukti memorial antar
bagian/divisi dalam perusahan tersebut.
b.
Bukti
transaksi ekstern, yaitu bukti transaksi yang melibatkan pihak luar perusahaan.
Contohnya adalah
1)
KUINTANSI
Kuintansi adalah bukti transaksi penerimaan uang untuk pembayaran
sesuatu.kuintansi dibuat dan ditanda tangani oleh pihak yang menerima uang dan
diserahkan kepada pihak yang melakukan pembayaran.
2)
NOTA
DEBIT
Nota Debit adalah pemberitahuan atau perhitungan yang dikirim suatu
perusahaan /badan usaha kepada pelanggannya,bahwa akunnya telah didebit dengan
jumlh tertentu.
3)
NOTA
KREDIT
Nota Kredit adalah pemberitahuan atau perhitungan yang dikirim suatu
perusahaan /badan usaha kepada pelanggannya,bahwa akunnya telah dikredit dengan
jumlh tertentu.
4)
FAKTUR
Faktur adalah perhitungan penjualan barang yang dilakukan secara kredit.
5)
CEK
Cek adalah surat perintah tidak bersyarat kepada bank untuk membayar
sejumlah uang tertentu.
6)
BILYET
GIRO
7)
Bilyet
giro adalah surat perintah dari nasabah suatu bank kepada bank yang
bersangkutan untuk memindah bukukan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening
penerima yang namnya disebut dalam bilyet giro pada bank yang sama atau bank
yang lain.
8)
REKENING
KORAN
Rekening Koran adalah bukti muatasi kas di bank yang disuusun oelh bank
untuk para nasabahnya.
3. Prosedur pendokumentasian
bukti bukti anggaran
a.
Pengarsipan
Dokumen Bukti transaksi merupakan arsip yang penting bagi perusahaan. Oleh
karena itu, penyimpanannya harus tertib agar mudah dicari apabila dibutuhkan
dan agar tidak mudah rusak. Cara penyimpanan bukti transaksi yang baik ialah
sebagai berikut Peralatan Pendukung
Penyimpanan Bukti TransaksiBerikut ini adalah peraltan yang membantu dalam
pengelompokan dan penyimpanan bukti transaksi :
1)
Mesin
Penjilid ini digunakan untuk menjilid dokumen
2)
Stapler
(hecht machine stapler)Alat ini tediri dari penjepret (stapler) dan pembuka isi
stapler
3)
Pelubang
Kertas ( punched card machine/perforator)Pelubang kertas digunakan untuk
melubangi pinggiran kertas agar dapat dimasukan dalam map snelhecter
4)
Mesin
pemotomg kertas (paper cuter/guillotine)Mesin ini digunakan untuk memotong
kertas sesuai dengan ukuran yang kita inginkan
5)
Mesin
penghancur dokumen (shredden)
6)
Lemari
arsip (filling cabinet)Yaitu tempat meyimpan surat yang terdiri dari laci-laci
secukupnya.
7)
Rak
penyortirYaitu tempat arsip-arsip yang disortir sebelum dimasukan ke dalam
folder masing-masing
8)
Teknik
Penyimpanan Bukti TransaksiTeknik penyimpanan bukti transaksi yang dapat
dilakukan adalah :
9)
Sistem
abjad (alphabetic system)Yaitu sistem penyimpanan dokumen dan penemuan kembali
berdasarkan abjad
10)
Sistem
tanggal (chronological system)Yaitu sisitem penyimpanan dokumen dan penemuan
kembali berdasarkan hari, tanggal, bulan dan waktu
11)
Sistem
nomor (numeric system)Yaitu sistem penyimpanan dokumen dan penemuan kembali
berdasarkan nomor atau angka
12)
Sistem
wilayah (geographic system)Yaitu sistem penyimpanan dokumen dan penemuan
kembali berdasarkan wilayah atau daerah
4. Pembuatan dokumen
kegiatan pendokumentasian bukti bukti penggunaan anggaran
a.
Catatlah
setiap bukti-bukti transaksi pengeluaran kas kecil ke dalam bukti kas keluar6.
Satukan bukti kas keluar dengan bukti transaksi pengeluaran dengan posisi bukti
kas keluar di depan dan bukti transaksi pengeluaran di belakangnya. Untuk bukti
transaksi yang berukuran kecil seperti tiket tol dapat ditempel dahulu dikertas
HVS yang dibagi dua, kemudian di satukan dengan bukti kas keluar menggunakan
stepler
b.
Siapkan
ordner untuk mendokumentasikan bukti-bukti transaksi, berikut dengan 2 (dua)
buah guide, yaitu guide DEBET dan guide KREDIT
Komentar
Posting Komentar