LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI
SEKRETARIAT DAERAH JAWA TIMUR
HALAMAN
PENGESAHAN
Laporan
ini disusun untuk memenuhi tugas pelaksanaan kunjungan industri SMK N 1 BOYOLALI di Surabaya. Laporan ini disahkan
pada :
Hari :
Tanggal :
Mengetahui,
|
Ketua Kompetensi Keahlian Otomatisasi
Tata Kelola Perkantoran Endang, S.Pd NIP. |
Wali
Kelas Riyan, S.Pd NIP. |
KATA
PENGANTAR
Puji syukur
kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami
dapat menyelesaikan laporan kunjungan industri ini. Saya berterimakasih kepada
pihak Sekretariat Daerah Jawa Timur yang telah mengizinkan kami untuk melakukan
kunjungan industri di tempat tersebut.
Laporan ini
disusun dalam rangka memenuhi tugas di SMK N 1 Boyolali. Kegiatan ini tidak
hanya diperoleh dari teori saja. Maka dari itu, kami melakukan observasi
mengenai kegiatan surat menyurat yang ada di Sekda Jatim yang dilaksanakan pada
hari Selasa, tanggal 16 Juli 2019. Laporan hasil kunjungan industri ini berisi
informasi mengenai seperti apa kegiatan surat di Sekda Jatim.
Apabila
laporan kunjungan industri ini terdapat kekurangan dalam hal apapun, kami
mengharapkan kritik dan saran demi membangun kesempurnaan laporan ini. Semoga
lapiran ini dapat bermanfaat.
|
|
Boyolali,September 2019 Penulis Nurul Muthaharoh |
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL............................................................................................... i
HAL
PENGESAHAN............................................................................................ ii
KATA
PENGANTAR........................................................................................... iii
DAFTAR
ISI.......................................................................................................... iv
BAB
I PENDAHULUAN..................................................................................... 1
A.
Latar Belakang............................................................................................... 1
B.
Tujuan............................................................................................................. 2
BAB
II ISI LAPORAN.......................................................................................... 3
A.
Gambaran Umum
Sekretariat Daerah Jawa Timur......................................... 3
1.
Sejarah Berdirinya
Provinsi Jawa Timur.................................................... 4
2.
Alamat Sekretariat
Daerah Jawa Timur..................................................... 7
3.
Nama Gubernur dan Wakil
Gubernur Provinsi Jawa Timur...................... 7
4.
Jumlah karyawan....................................................................................... 7
5.
Jenis kegiatan............................................................................................. 8
B.
Prosedur penanganan
Arsip/Surat/Dokumen di Sekretariat Daerah............. 10
1.
Surat Masuk............................................................................................. 10
2.
Surat Keluar............................................................................................. 12
BAB
III PENUTUP.............................................................................................. 14
A. Kesimpulan................................................................................................... 14
LAMPIRAN.......................................................................................................... 15
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
1. Peraturan
Pemerintah No. 29 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah antara lain :
a. Penyelenggaraan
Sekolah Menegah dapat bekerjasama dengan masyarakat terutama Duni Usaha /
Industri dan para dermawan untuk memperoleh sumber daya dalam rangka menunjang
penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan.
b. Pada
sekolah menengah dapat dilakukan uji coba gagasan baru yang diperlukan dalam
rangka pengembangan pendididikan menengah.
2. Kepmendikbud
No. 080/V/1993 tentan kurikulum sekolah menengah kejuruan yang menyatakan :
a. Melaksanakan
sebagai kelompok mata pelajaran kejuruan di sekolah dan sebagian nilainya di
dunia usaha dan industri;
b. Melaksanakan
kelompok mata pelajaran keahlian kejuruan sepenuhnya dimasyarakat dunia usaha
dan industri.
3. Keputusan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 323/u/1997, tentang Penyelenggaraan
Prakerin SMK;
4. Keputusan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud ) No. 080/U/1999 tentang Program
Pendidikan dan Kerja Lapangan;
5.
Undang-Undang Republik
Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 26 Ayat 3
: Pendidikan dan pelatihan kerja dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan
peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan fungsional yang
sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
6.
Peraturan Pemerintah RI
No. 19 tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan;
7.
Permendiknas RI No. 23
tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah;
B.
TUJUAN
KEGIATAN.
1. Meningkatkan
mutu pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan, antara lain berupaya menghasilkan
tenaga professional, berpengalaman dan membekali siswa dengan kemampuan untuk
mengembangkan dirinya secara berkelanjutan.
2. Meningkatkan
kesiapan peserta didik untuk siap bekerja, baik secara mandiri atau mengisi lowongan pekerjaan yang ada di Dunia
usaha / Dunia Industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan
bidang / Program Keahlian / Kompetensi
yang diminati.
3. Meningkatkan
kesiapan peserta didik yang kompeten di bidangnya dan mampu bersaing di
lapangan kerja.
4. Mempersiapkan
siswa dalam rangka pelaksanaan praktek klerja industri di Dunia Usaha / Dunia
Industri.
BAB II
ISI LAPORAN
A.
Gambaran
Umum Sekretariat Daerah Jawa Timur
Biro
Umum Sekretariat Daerah (SETDA) Provinsi Jawa Timur terdiri dari beberapa biro,
salah satunya adalah biro umum. Kantor SETDA ini terletak di Jl. Pahlawan no.
110 Surabaya. Salah satu tugas dari Biro Umum yakni menyiapkan perumusan
kebijakan, mengkoordinasikan pelaksanaan tugas fungsi, pemantauan dan evaluasi
program kegiatan dan sumberdaya di bidang kerumahtanggaan, ketatausahaan,
administrasi keuangan Sekretariat Daerah, administrasi kepegawaian Sekretariat
Daerah dan arsip ekspedisi serta sandi telekomunikasi.
Biro
Umum dibagi menjadi 4 bagian yaitu bagian rumah tangga, bagian administrasi
keuangan secretariat daerah, bagian kepegawaian sekretariat daerah, bagian
ekspedisi dan sandi telekomunikasi. Daari beberapa bagian tadi terdapat juga
sub-sub bagian dibawahnya. Jumlah pegawai pada biro umum seluruhnya sebanayak
283 orang yang terdiri dari 219 pegawai laki-laki dan 64 pegawai perempuan.
1.
Sejarah
Berdirinya
a. Provinsi
Jawa Timur
Dalam
perjalanan sejarah bangsa, proses pembentukan struktur pemerintahan dan wilayah
Jawa Timur ternyata memiliki perjalanan sangat panjang. Dari sumber-sumber
epigrafis dalam bentuk batu bertulis (Prasasti Dinoyo) diketahui bahwa sejak
abad VIII, tepatntya tahun 760 di Jawa Timur telah muncul suatu satuan
pemerintahan, Kerajaan Kanjuruhan di Malang, dengan status yang sampai kini
masih diperdebatkan.
Pada
abad X, Jawa Timur menapaki fase baru. Jawa Timur yang semula merupakan wilayah
pinggiran dari Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah, kemudian mendapatklan
momentum sebagai pusat kekuasaan berbagai kerajaan, seperti Medang (937 -
1017), Daha-Janggala (1080-1222), Singasari (1222-1292) dan Majapahit (1293
-1527). Dalam hal ini , Pu Sendok (927-947) adalah tokoh paling berjasa yang
berhasil meletakkan dasar-dasar pemerintahan di Jawa Timur. Struktur
pemerintahannya secara hierarkhis terdiri dari Pemerintah Pusat (Kraton), Watek
(Daerah) dan Wanua (Desa). Struktur ini terus bertahan sampai abad XIII zaman
Singasari.
Pada
abad XIII terjadi perkembangan baru dalam struktur ketatanegaraan di Indonesia
di Jawa Timur, ditandai dengan munculnya sebuah struktur baru dalam
pemerintahan, yaitu Nagara (Provinsi). Berdasarkan Prasasti Mulamalurung (1255)
dari masa Wisnu Wardhana yang juga bergelar Sminingrat menyatakan bahwa
struktur pemerintahan Singasari dari Pusat (Kraton), Nagara (Provinsi), Watek
(Kabupaten) dan Wanua (Desa).
Setelah
Proklamasi Kemerdekaan, Pemerintah Republik Indonesia mulai menata kehidupan
kenegaraan. Berdasarkan Pasal 18 Undang-undang Dasar 1945 pada tanggal 19
Agustus 1945 olehPPKI dibentuklah Provinsi dan penentuan para Gubernurnya.
Untuk Pertama kalinya, R.M.T. Soeryo yang kala itu menjabat Residen Bojonegoro
ditunjuk sebagai Gubernur Jawa Timur yang pertama. R.M.T Soeryo yang dilantik
tanggal 5 September 1945, sampai tanggal 11 Oktober 1945 harus menyelesaikan
tugas-tugasnya di Bojonegoro, dan baru pada 12 Oktober 1945 boyong ke Surabaya,
Ibukota Provinsi Jawa Timur yang menandai mulai berputarnya mekanisme
Pemerintahan Provinsi Jawa Timur. Atas dasar pertimbangan perjalanan sejarah
inilah, maka diterbitkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun
2007 tentang Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang menetapkan tanggal 12 Oktober
sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang menetapkan tanggal 12 Oktober
sebagai Hari Jadi Jawa Timur dan akan diperingati secara resmi setiap tahun,
baik ditingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota di seluruh Jawa Timur.
b.
Kantor
Sekretariat
Daerah Jawa Timur
Kantor Gurbernur berada di Kembang Jepun hingga tahun
1930. Gedung kantornya tepat berada dimulut jembatan Merah. Sehingga, kawasan
Kembang Jepun dulu selain sebagai pusat pemerintahan Kota Surabaya, juga
sebagai kawasan bisnis utama pada waktu itu.
Seiring perjalanan waktu, kepadatan Kembang Jepun tak
bisa dihindari lagi. Bangunan kantor gurbernur yang dari segi arsitektur tidak
begitu anggunn, dan didepannya banyak kendaraan di parkir di sekitar jalan itu,
harus dipindahkan ke daerah yang belum padat.
Akhirnya, gedung yang mulai dibangun pada bulan Mei
1929 oleh NV Nederlandsche Aanneming Maatschappij (Nedam), dan selesai pada
bulan Agustus 1931. Setelah itu mulai digunakan pada tanggal 10 Desember 1931
sebagai Kantor Gurbernur, Kantor Residen, dan Kantor Kepolisan Karesidenan,
Arsiteknya adalah Ir. W. Lemei, HA. Breuning dan WB Carmiggelt.
Gedung yang berada dilokasi sekarang ini berdiri di
atas sebidang tanah seluas 11.612 m2, bangunan utama terdiri atas
dua lantai dengan luas bangunan 7.865 m2. Ciri khas bangunan ini
adalah berwarna putih seluruhnya dengan menara jam yang memiliki ornament kubah
kecil keemasan di puncaknya. Pada masa pendudukan jepang, gedung ini pernah
diambil alih oleh Jepang dan difungsikan sebagai Kantor Syuuchokan
(Karesidenan) karena jabatan gurbernur dalam tata pemerintahan Jepang tidak
dikenal.
Setelah Indonesia merdeka, gedung ini difungsikan
kembali seperti sebelum direbut oleh Jepang, yaitu sebagai Kantor Gurbernur,
Kantor Residen, dan Kantor Kepolisisan Karesidenan. Akan tetapi, dalam
perkembangannya, Kantor Kepolisian Karesidenan ini selanjutnya menempati gedung
tersendiri bekas Hoofdbureau van Politie di Paradestraat atau Jalan Sikatan.
Sedangkan, Kantor Karesidenan sebagai Kantor Pembantu Pembantu Kepala Daerah
Provinsi Jawa Timur dipindahkan ke Jalan Raya Gubeng.
1.
Alamat Sekretariat Daerah Jawa Timur
Kantor Sekretariat
Daerah Jwa Timur di Jalan Pahlawan No.110, Alun-alun Contong, Kec. Bubutan,
Kota SBY, Jawa Timur 60174.
2. Nama
Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur
Nama Gubernur Jawa Timur adalah Khofifah Indar
Parawansa dan Sekretaris Wilayah
Daerah Jawa Timur adalah Heru Tjahjono.
3.
Jumlah Karyawan
a. Biro Umum :
241 orang
b. Kesekertariatan :
850 orang
c. Bagian Arsip :
37 orang.
4.
Jenis
Kegiatan
a. Jenis
Kegiatan Kearsipan
1) Electronic
Arsip
Tata
cara pengumpulan informasi berupa dokumen yang direkam dan disimpan menggunakan
teknologi komputer berbentuk dokumen elektronik dengan tujuan agar dokumen
mudah dilihat, dikelola, ditemukan dan dipergunakan kembali.
2) Penciptaan
Arsip
Pembuatan
atau penulisan warkat, surat, memo, formulir, laporan, gambar, rekaman, dan
lain lain.
3) Pendistribusian
Arsip
Rangkaian
kegiatan penyampaian atau penerimaan, pengarahan, pencatatan, pengendalian, dan
penyimpanan warkat yang masih tergolong aktif.
4) Penyimpanan
Arsip
Diadakan
kegiatan penyimpanan arsip agar arsip dapat disimpan dan ditemukan kembali
dengan cepat dan tepat, menunjang terlaksananya penyusutan arsip dengan efektif
dan efisien, menjaga bahan bahan arsip.
5) Pengolahan
Arsip
Memilah
antara surat masuk dan surat keluar sesuai prosedur yang digunakan.
6) Pemeliharaan
dan Pengamanan Arsip
Pemeliharaan
arsip dilakukan pada tempat kering (tidak lembab), penggunaan racun serangga
dengan rutin, tindakan preventif, dan memperhatiakan kondisi arsip. Pengamanan
arsip termasuk aman informasi yang terkandung di dalamnya tidak boleh diketahui
orang yang tidak berhak, perl diamankan dengan penertiban kegiatan peminjaman
arsip.
7) Penyusutan
Arsip
Kegiatan
memindahkan arsip inaktif dari unit pengelola ke unit kearsipan di lingkungan
suatu instansi.
8) Pemusnahan
Arsip
Kegiatan
pemusnahan arsip yang sudah tidak bernilai guna dapat dilakukan dengan cara
pembakaran, pencacahan, penghancuran.
b. Jenis
Kegiatan Kesekretariatan
1) Tulis
menulis (rencana program, strategi pelaksanaan program, sampai evaluasi)
2) Surat
menyurat
3) Kegiatan
kearsipan dan agenda
4) Pemilikan
dan pemeliharaan buku induk organisasi
5) Pengiriman
dan penerimaan surat
6) Data
data lain yang berkaitan langsung dengan kegiatan tulis menulis.
B.
Prosedur
Penanganan Arsip/Surat/Dokumen di Sekretariat Daerah
Penanganan surat masuk dan
surat keluar pada Kantor Sekretariat Daerah Jawa Timur telah menggunakan sistem
buku agenda. Buku agenda adalah suatu buku yang dipergunakan untuk mencatat surat-surat
masuk dan keluar dalam satu tahun.
1. Surat Masuk
Pengelolaan Surat Masuk
Pada Sekretaris Daerah Kantor Jawa Timur.
a. Penerimaan
surat dan penyortiran surat
Pada
bagian Sekretaris Daerah dalam hal penerimaan surat, yang perlu dilakukan
adalah mengecek kebenaran surat seperti membaca sampul surat atau keterangan
yang terdapat di bagian depan amplop untuk mengetahui surat – surat itu benar
ditujukan kepada instansi yang bersangkutan, kemudian dilakukan penyortiran
untuk memisahkan surat – surat yang merupakan surat bisnis, surat dinasdan
surat rutin atau biasa.
b. Pembukaan
surat
Pada
waktu membuka surat, diperlukan mempertimbangkan apakah menggunakan gunting
atau cutter. Untuk menjaga agar isi surat tidak terpotong, sebaiknya sebelum
surat dibuka terlebih dahulu diketuk –ketuk secara vertikal sehingga terlihat
celah – celah yang dapat digunting. Guntinglah sampul surat pada bagian kanan
sampul.
c. Pencatatan
surat masuk
Setelah
itu dilakukan pencatatan surat masuk di dalam buku agenda surat masuk. Buku
tersebut memuat kolom – kolom seperti nomor urut, tanggal terima, jenis surat,
tanggal dan nomor surat, asal surat, perihal surat, dan keterangan. Pencatatan
surat berguna untuk memudahkan mencari surat jika suatu saat surat tersebut
diperlukan kembali.
d. Pendistribusian
surat
Surat
yang tidak memerlukan proses yang panjang dapat langsung diteruskan kepada
pihak yang bersangkutan atau surat tersebut langsung diarsipkan. Lembar
disposisi beserta surat harus diisi oleh staff yang bersangkutan setelah dibaca
gunanya untuk mengambil tindakan terhadap keterangan yang ada dalam surat
tersebut.
e.
Penataan berkas surat
Surat
- surat yang diterima akan disatukan dengan kearsipan, gunanya kearsipan untuk menjaga
keamanan surat – surat masuk penting yang berasal dari instansi lain serta
untuk menyimpan surat – surat tersebut jika dibutuhkan suatu saat nanti sebagai
bukti.
2.
Surat
Keluar
Pengelolaan Surat
Keluar Pada Sekretaris Daerah Kantor Jawa Timur
a. Perintah
pembuatan surat
Walikota
memerintahkan salah satu bagian contohnya bagian Sekretaris Daerah untuk
membuat surat keluar, bisa berupa surat tugas, undangan, perjalanan dinas dan
sebagainya. Perintah pembuatan surat bisa berasal dari pimpinan ataupun kepala
seksi.
b. Membuat
konsep surat dan menyetujui konsep surat
Setelah
itu dirangkai dengan kata – kata yang sesuai dengan EYD dan disusun dalam
kalimat sesuai dengan tujuan yang diinginkan.Konsep surat yang telah dibuat
diserahkan kepada kepala bidang untuk diperiksa kebenaran dan kesesuaian surat,
jika sudah disetujui surat diketik menjadi surat dinas dan selanjutnya
ditandatangani oleh BapakWalikota.
c. Pemberian
nomor surat
Setiap
surat yang akan dikirimkan terlebih dahulu diberikan nomor surat, gunanya untuk
memudahkan mencari kembali surat itu dan untuk mengetahui banyaknya jumlah
surat yang keluar atau dikirimkan dari suatu instansi.
d. Penandatanganan
surat
Surat
yang sudah sah akan ditandatangani oleh kepala bagian pada Sekretaris Daerah
Kantor Walikota Surabaya. Dengan demikian penanda tangan suratlah yang
mempunyai tanggung jawab atas surat tersebut, setelah itu surat distempel untuk
menandakan surat tersebut sudah sah dan siap untuk dikirimkan.
e. Pencatatan
surat keluar dan Pengiriman surat
Surat
tersebut dicatat dalam buku agenda surat keluar agar informasi surat tersebut
tersimpan. Kemudian surat - surat tersebut siap dikirimkan. Pengiriman
dilakukan dengan buku ekspedisi ekstern dan surat tersebut diantar langsung
dengan tenaga kurir, maka perlu diparaf oleh penerima surat.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan uraian dalam paparan diatas dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut:
1.
Sistem Pengelolaan arsip di
kantor telah menggunakan tenaga komputer yang dinamakan E-Arsip (Electronik
Arsip).
2.
Cara pengumpulan
informasi berupa dokumen yang direkam dan disimpan menggunakan teknologi
komputer berbentuk dokumen elektronik dengan tujuan agar dokumen mudah dilihat,
dikelola, ditemukan dan dipergunakan kembali.
3.
Jenis kegiatan yang ada
dikantor antara lain adalah kegiatan kearsipan dan kesekretariatan.
4.
Prosedur penanganan surat
masuk di kantor tersebut meliputi penerimaan dan penyortiran, pembukaan,
pencatatan, pendistribusian, penataan surat.
5.
Prosedur penanganan surat
keluar di kantor tersebut meliputi perintah pembuatan, membuat dan mensetujui
konsep, pemberian nomor, penandatanganan, pencatatan surat keluar dan
pengiriman surat.
LAMPIRAN
Gb.1.Gedung Setda Jatim
Gb.2.Resepsionis Setda Jatim
Gb.3.Ruang Tamu Setda Jatim
Gb.4.Ruang Pegawai Setda Jatim
Gb.5.Ruang
Arsip Setda Jatim





Komentar
Posting Komentar